LIVE IN ?...... TEMANGGUNG ??

LIVE IN ?...... TEMANGGUNG ??


SEMUA PERSIAPAN telah selesai ! kataku. Ya, aku siap. Setelah berkumpul di lapangan olahraga dan diberi pengarahan terlebih dahulu oleh kepala sekolah dan beberapa guru, kami naik ke bis. Kami siap untuk berangkat… Berangkat ke mana? Sebentar… berangkat live in !
Lagi di lapangan
Apa itu live in? Live in merupakan acara rutin yang diselenggarakan oleh SMA Ananda Bekasi setiap tahunnya bagi murid kelas 11. Saat live in, mereka tidak berada di sekolah, tetapi berada di pedesaan, tinggal bersama para warga di situ dan diasuh oleh orang tua asuh. Tahun ini, seperti tahun-tahun sebelumnya, diselenggarakan di Dusun Piyudan, Desa Padureso, Kabupaten Temanggung.

Pada tanggal 19 Oktober 2015 pukul 05:00 sore, bis berangkat menuju Yogyakarta. Dalam perjalanan, kita berhenti makan di Resto Pringsewu di Tol Cipali (Cikopo-Palimanan). Setelah itu, kami pun melanjutkan perjalanan ke tujuan. Keesokan harinya, setelah bangun dari ketidaknyamanan saat tertidur di bis, kami pun tiba di Resto Paradise Gamping di Yogyakarta! Kemudian kami pun sarapan, mandi, memakai seragam dan bersiap-siap menuju ke UGM (Universitas Gadjah Mada). Sebagai murid ilmu pengetahuan sosial (IPS), kami pergi menuju ke Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Resto PRINGSEWU

Di sana, kami diajari tentang apakah itu UGM, dan fakultas yang terdapat di dalamnya, dan kami disambut dengan seminar dari pembicara mengenai fakultas tersebut. Setelah dari sana, kami bertolak dari salah satu universitas yang terbaik di Indonesia menuju ke Pantai Parangtritis. Oh, ya! Kita bermain ATV, delman, melihat panorama, bermain air dan pasir di pantai. Tak lupa kita mengambil foto. Saat itu sangat, sangat panas. Pasirnya juga sangat panas. 

Pantai Parangtritis
Setelah bermain dari salah satu pantai yang paling terkenal di Indonesia, kami pun melanjutkan perjalanan ke TEMANGGUNG!

LANJUTKAN!!!
Sebentar! Kita lupa membeli oleh-oleh. Tapi berterima kasihlah, kita berhenti di salah satu pusat oleh-oleh di Yogya dan kemudian kita pula mampir di pabrik pembuatan baju. Kita tidak lupa membeli makanan khas yaitu bakpia, dodol, dan makanan lainnya. Serta membeli baju khas dari Yogya. Selain membeli untuk keluarga yang di Bekasi, kami juga diingatkan, bila mau, membeli oleh-oleh bagi orang tua asuh di Temanggung. Seharusnya kami telah tiba di sana pukul 05:30 sore, sesuai dengan jadwal, tetapi, jujur saja– terlambat. Dan sebenarnya kita baru tiba di Piyudan pukul 09:00 malam. Meskipun terlambat agak lama, tetapi warga tetap menunggu kami. Kami disambut ramah dan hangat oleh warga, dan setelah sambutan dari kepala desa, guru, dan kepala sekolah kami pun diantar oleh orang tua asuh menuju rumah kami masing-masing. 
Suasana penyambutan :)
Hari berikutnya, Rabu. Kami pergi bermain di sawah. Aku bangun pukul 07:00, memakan sarapan dan meminum teh manis. Kemudian kami mengikuti bapak asuh kami, Bapak Widi Asmoro menuju ke sawahnya. Ia adalah seorang petani. Biasanya dia menanam padi, tetapi karena waktu itu masih kemarau, maka ia menanam tembakau, singkong, dan sayuran lainnya seperti buncis. Jalan menuju ke sana cukup sulit. Kita harus berjalan di bebatuan, menyeberangi sungai, tanpa jembatan, dan berjalan di tanah yang licin. 

Di kali menuju sawah
Di sawah, Pak Widi menggunting ujung pohon-pohon tembakau agar pohon tembakau cepat tua sehingga panen dapat lebih cepat. Setelah dari sawah, ia membawa singkong yang telah dicabutnya, dan kami pun kembali ke rumah. Singkong itu diberikan pada ibu dan langsung digoreng. Kami pun makan singkong goreng yang langsung habis dipanen.

SINGKONG GORENGZ
Udara? Brr.. udara di sini dingin, sangat dingin terutama pagi hari. Tetapi kami mendapat udara yang lebih segar dari pada yang didapatkan di perkotaan. Udaranya masih bersih, segar, dan alami. Airnya? Sama saja! Airnya sangat dingin. Entah pagi, siang, apalagi malam.

Suasana di tempat penyemaian
Apa yang biasanya warga tunggu-tunggu saat live in? Bazaar, tentu saja! Setiap live in, SMA Ananda mengadakan bazaar atau pasar murah yang menjual baju secara murah, dan para pembeli pun mengerumuni kami! Baju-baju tersebut didapatkan dari para siswa yang telah menyumbangkan sebagai tanda bakti sosial pada warga. Di lapangan dusun ramai orang yang memilih dan memilah pakaian.
Yok... Dipilih bajunya.. Murmer!
Hanya bazaar? Tentu saja tidak! SMA Ananda juga mengadakan cek kesehatan warga, yaitu berupa pengecekan tekanan darah, untuk mengetahui apakah tekanan darah seseorang normal, hipotensi, ataupun hipertensi.


Ada cek kesehatan juga loh..


Senin… Selasa… Rabu… Kamis… Jumat, empat hari telah terlewati. Hari itu pun kami pergi ke Jumprit. Apa itu Jumprit? Ketika umat Buddha merayakan Hari Waisak di Candi Borobudur, mereka pertama-tama mengambil air suci, dan Jumprit merupakan lokasi di mana itu berada. Di sana banyak monyet, bermain dan memanjat. Setelah itu, kami menjelajahi sebuah candi yang belum lama ditemukan, bernama Liyangan. Candi Liyangan ditemukan empat tahun lalu dan sampai sekarang masih terus digali oleh arkeolog. Malamnya, teman-teman mengajak pergi ke pasar malam Temanggung. Aku piker itu merupakan malam terakhir bagi kami ketika live in. Jadi aku tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, langsung saja aku bilang iya. Di sana kami bermain bianglala, memancing ikan-ikanan, dan berbelanja.



Ssst! Ini dia Jumprit!

Candi Liyangan

Main ikan-ikanan dulu lah di pasar malam. Wkwkwk,

BIANGLALAAA!!


Keesokan harinya, Sabtu, aku menyadari ini hari terakhirku live in L. Aku harus mengemasi barang-barangku. Rasanya seperti baru saja tiba ternyata harus kembali lagi ke Bekasi. Tetapi, tiada pesta yang tak berakhir. Setelah momen perpisahan dan pelepasan oleh warga yang penuh haru biru, penutupan oleh kepala desa, menjabat tangan satu per satu dengan warga, kami pun kembali ke bis, pulang ke rumah masing-masing, dengan membawa pengalaman yang baru tersebut.



Suasana perpisahan dan pelepasan :(



Kuda Lumping


Live in sangat seru dan menyenangkan, keluarga di sana juga asyik. Suatu hari saya ingin ke sana lagi, bertemu dengan warga, orang tua asuh kami dulu, dan merasakan udara yang segar di sana.

(red. Admin)