ALUMNI SMA ANANDA DI PUJI DIPANGGUNG DUNIA FACEBOOK F8

ALUMNI SMA ANANDA DI PUJI DIPANGGUNG DUNIA FACEBOOK F8

Developer Indonesia Dipuji di Panggung Dunia Facebook F8

Chief Operating Officer Facebook, Sheryl Sandberg, bersama Agastya Darma Laksana, Front-end Engineer kumparan, di konferensi Facebook F8 di San Jose, California, AS, pada 30 April 2019. Foto: Dok. Agastya Darma Laksana

Suatu hari di awal 2019, denting notifikasi berbunyi di smartphone Agastya Darma Laksana. Ada email dari Facebook, mengundangnya hadir dalam konferensi pengembang aplikasi F8 yang digelar setiap tahun. Ini adalah kali kedua Agastya diundang pada momen serupa karena ia aktif dalam komunitas Facebook Developer Circle di Malang. Undangan itu disambut. Pada 23 April 2019, dia terbang dari Malang, Jawa Timur, menuju San Jose, California, AS, kota berlangsungnya F8.

F8 menjadi tempat bagi Facebook memperkenalkan teknologi inovasi terbaru. Konferensinya tahun ini berlangsung pada 30 April dan 1 Mei. Agastya tidak menyia-nyiakan momen ini untuk berbagi wawasan dan berjejaring dengan engineer dari berbagai belahan dunia.

Di tengah konferensi, salah satu karyawan Facebook menghampiri Agastya. Dia menjadwalkan Agastya untuk bertemu dengan salah satu petinggi penting di Facebook. Orang yang dimaksud adalah Sheryl Sandberg, Chief Operating Officer Facebook. Mereka berbincang panjang lebar.

Sheryl mendengar cerita menarik tentang Agastya, yang kini adalah mahasiswa aktif di Universitas Brawijaya, Malang, sekaligus bekerja sebagai front-end engineer di kumparan. Di tengah kesibukan ini, Agastya terlibat aktif mengembangkan komunitas Facebook Developer Circle.

Kejutan untuk Agastya tidak berhenti sampai di sini. Pada 1 Mei 2019, tiba-tiba wajah Agastya terpampang di layar presentasi dalam sesi keynote hari kedua F8 yang disampaikan oleh Konstantinos Papamiltiadis, Director of Platform Partnerships di Facebook. Agastya dinilai inspiratif karena sangat membantu mengembangkan komunitas pengembang aplikasi Facebook di Malang. Dia juga berkontribusi pada inovasi teknologi yang dibangun kumparan untuk menjadi platform media kolaboratif dengan pilar excellence in technology dan excellence in journalism.

Papamiltiadis mengatakan, komunitas adalah jantung dari segala yang dilakukan oleh Facebook. Dia menghargai orang-orang yang berpartisipasi dalam program Facebook, dan berharap apa yang dilakukan komunitas ini bisa memberi dampak positif kepada masyarakat.

Konstantinos Papamiltiadis, Director of Platform Partnerships Facebook, memuji kontribusi Agastya Darma Laksana untuk komunitas Facebook Developer Circle di Malang. Foto: Dok. Agastya Darma Laksana

Di panggung besar F8 yang disaksikan para engineer dari berbagai negara, Papamiltiadis menceritakan bagaimana Agastya bisa bekerja di kumparan. Ini bermula ketika Agastya bertemu dengan Thomas Diong, Chief Product and Data kumparan, dalam konferensi Facebook F8 tahun 2018. Thomas melihat Agastya sebagai talenta muda yang berbakat. Dalam pertemuan itu pula Thomas menawarkan Agastya bergabung di kumparan. Agastya menyambut tawaran tersebut karena merasa ada banyak hal besar yang bisa dia lakukan untuk kumparan dan orang-orang di sekitarnya.

"Sejak itu, Agastya telah menjadi salah satu anggota tim engineer di kumparan, membuat hal-hal besar terjadi di sana," kata Papamiltiadis, seraya disambut tepuk tangan peserta.

Dia bergabung di kumparan pada 2018 ketika masih 19 tahun. Dia sangat dimudahkan dengan dengan budaya remote working dan menyukai prinsip kerja flat organization yang diterapkan Thomas dalam tim engineer kumparan.

Salah seorang front-end engineer kumparan, Agastya Darma Laksana, dipuji Konstantinos Papamiltiadis, Director of Platform Partnerships Facebook, atas kontribusinya untuk komunitas Facebook Developer Circle di Malang. Foto: Dok. Agastya Darma Laksana

Thomas, serta rekan kerja di tim engineer, tak mempermasalahkan status mahasiswa aktifnya. Thomas berjanji memberi keleluasaan waktu dan mendukung Agastya menyelesaikan studi Ilmu Komputer di Universitas Brawijaya.

"Saya tetap fokus menyelesaikan kuliah. Saya kira ada banyak hal besar yang bisa kami lakukan di kumparan," kata Agastya.

Sudah lebih dari setahun Agastya bekerja di kumparan. Membagi waktu antara kuliah dan bekerja adalah pelajaran berharga di usianya yang menginjak 20 tahun. Segala urusan pekerjaan dia tuntaskan di waktu luang, sambil berbagi dengan teman-teman komunitas yang mempercayakannya sebagai Facebook Developer Circle Leads untuk Malang.


MUSLIM LIFE APPS